Thursday, September 6, 2018
My first War with Acne
Tuesday, September 17, 2013
Student Center Kala Malam
Menyusuri lorong
Jalan setapak ditemani diam
Tak hentinya bunyi dan percakapan malam bergaung di kepalaku
Ku mohon diamlah sejenak
Kembali ku lanjutkan langkahku
Kanan dan kiri telah ku sisir
Tak ada siapa-siapa
Ternyata mataku dikelabui potongan gambar yang pernah ada
Ku berjalan lagi
Diam
Ku gelengkan kepalaku
Itu hanya kenangan.
Tangerang Selatan, 8 Mei 2013
Saturday, June 22, 2013
Menunggu
Thursday, June 13, 2013
Cinta yang Paling Menyembuhkan
Kebersamaan dengan makhluk juga berpeluang mengalami perpisahan.
Hanya cinta kepada Allah, tidak.
Jika kau mencintai seseorang, ada dua kemungkinan diterima dan ditolak.
Jika ditolak, pasti sakit rasanya.
Namun jika kau mencintai Allah, pasti diterima.
Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah merasa kehilangan.
Tidak akan ada yang merebut Allah yang kau cintai itu dari hatimu.
Tidak akan ada yang merampas Allah.
Jika kau bermesraan dengan Allah, hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah denganNya.
Allah akan setia menyertaimu.
Allah tidak akan berpisah darimu.
Kecuali kamu sendiri yang berpisah dariNya.
Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”
— Khairul Azzam (Ketika Cinta Bertasbih 1)
Aku lupa sumber yang pertama kali post tulisan ini. Tapi aku menemukannya di tumblr.
Meniti Mimpi di Dunia Hitam di Atas Putih
Tangerang Selatan, 6 Juni 2013
Berawal dari Obrolan Malam
Friday, July 15, 2011
Yang di Persimpang Jalan
Kenapa sudah pukul 12.47 am ini saya belum tidur? Ada banyak hal yang menjadi alasan. Selain karena minum kopi tanpa melakukan aktivitas yang berakibat jantung terus berdebar, juga karena ada banyak hal yang saya pikirkan saat ini. Memang ga terlalu banyak dibandingkan orang-orang yang kini memangku jabatan penting dalam suatu organisasi atau pekerjaan dan juga ga terlalu berat bak memahami suatu filosofi. Ini cuma pemikiran orang yang berhenti sejenak dipersimpangan jalan. Orang yang melihat hingga titik jalan yang belum ditempuh dan telah dilewati. Tapi waktu yang saya punya terbatas. Terlalu lama di sini, berati saya menjadi orang yang hidupnya berakhir di titik ini. Makanya, saya tidak akan bisa kembali untuk memperbaiki yang sudah saya tinggalkan.
Saya kembali berpikir. Banyak kesempatan yang saya lewatkan. Banyak hal-hal yang sebenarnya saya bisa lakukan dengan lebih baik. Tapi, that’s all. Saya begini sekarang karena saya begitu kemarin. Kekurangan hari ini adalah hasil dari proses yang prematur kemarin.
Nyesal? Iya. Tapi saya harus tetap maju. Trus, apa yang jadi masalah? Kesalahan kemarin membuat saya menjadi orang yang takut berbuat salah. Padahal menjadi salah adalah bagian dari belajar, terutama belajar tentang hidup itu sendiri. Saya menjadi orang yang pesimis, ragu melangkah, dan tidak berani mengambil keputusan. Pada akhirnya saya masih di tempat, tetap berada di titik yang sama. Saat melihat titik-titik kecil di jalan yang belum saya tempuh, saya sadar. Mereka adalah orang-orang yang sudah jauh di depan sana. Saya tertinggal jauh. Tetap, kaki ini masih terlalu berat untuk memulai satu langkah kecil, bahkan menyeretnya pun susah.
Ternyata keputusan ini salah. Dari sebuah ketakutan akan berbuat salah memunculkan retak yang tidak kasat mata. Retak yang pada akhirnya tidak terbendung. Ternyata saya telah menimbun kesalahan yang lebih besar lagi..
Di sini, saya masih berkutat dengan suara-suara di kepalaku.
“Hey, kalian! Saya ingin damai saja. Kita terlalu banyak mempermasalahkan ini-itu tanpa melakukan apa-apa. C’mon, talk less do more.”
Tidak ingin melupakan kesalahan kemarin bukan karena ingin menjadi ini atau itu. Tetapi karena saya hanya ingin menjadi diri sendiri dan melakukan segalanya on my own way. Saya hanya ingin menjadi orang yang menebarkan energi positif ke orang-orang sekitar. Hanya saja ketidakmampuan mengatasi diri sendiri ini yang menahanku untuk berbuat kebaikan kecil dan sederhana untuk orang lain.
Meskipun pernah kecewa dengan keputusan-keputusan sendiri. Tapi saya bersyukur. Allah pernah mempertemukan saya dengan orang-orang yang luar biasa. Orang-orang yang menjadi ‘alaram’ saya. Orang yang di antaranya pernah menjejalkan pesan-pesan penting.
“Suatu saat kamu akan berterima kasih.”
Saya tidak menunggu hari ini atau beberapa tahun mendatang untuk merasakan grateful. Sejak awal saya sudah sepatutnya berterima kasih meskipun hingga saat ini, saya belum jadi apa-apa. Thanks.
Saturday, July 16, 2011
1:45:26 AM
Saturday, March 12, 2011
Untold Note
Perjalanan jauh dan segudang pengalaman hidup menjadi sketsa di wajahmu.
Lekukan tempat keringatmu berpacu saat membanting tulang tampak tegas.
Engkau tak peduli meski otot-ototmu mulai lengah dimakan umur.
Kau tampil seadanya, menyapu setiap masalah yang menyapamu.
But I even can't say a word
Nada suaramu tak lekang oleh waktu.
Meski baja tak mampu, namun hatimu lebih lembut dari sebuah kapas.
Terperangah, aku bahkan perlu mengamplas sikapku.
Then I see your tear
Sulitku tuk berucap mengaburkan maksudku.
Kau tetap menghargai hal-hal sekecil apapun,
meski rasamu tergores sedikit demi sedikit.
Your eyes tell me a lot of things
Aku tak tahu keadaan lukamu yang kemarin tetapi aku tahu
kau tak ingin ku terbebani kesalahanku, baik besar maupun kecil.
'Cause you love me.
But I can't even show you how I feel.
You just went a few minutes ago.
But It feels like I miss you badly.
My first note is about you.
I love You, Dad.
11:20am,
Sat 01-01-2011
Tuesday, September 7, 2010
Terlalu Baik Bisa Merugikan. Lho??

Semua hal positif yang 'terlalu' memang bisa menjadi bumerang. Salah satunya adalah sikap yang terlalu baik. Kok bisa ya? Kan yang gak baik tuh klo 'being evil'. Klo baik aja bagus, kenapa terlalu baik malah jadi masalah? Wanna know why? Let's check it out!
Menurut penelitian, menjadi seseorang yang terlalu baik dapat merusak kehidupan pribadi dan profesional Anda. Hasil studi menyatakan, sikap terlalu baik bisa menghambat seseorang untuk maju, dan mudah dipermainkan orang lain. Masalahnya, dibandingkan pria, lebih banyak wanita yang memiliki kepribadian terlalu baik ini. Mengapa?
"Wanita dibesarkan dan dilatih untuk menjadi pribadi yang selalu baik dan melakukan hal-hal yang seharusnya dijalani. Mereka kurang dilatih untuk bersikap tegas," kata Kiki Weingarten, dari perusahaan konsultan karir, DLC Executive Coaching and Consulting, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Shine.
Weingarten menambahkan, ketegasan bukan berarti menjadi jahat, kasar atau konotasi negatif lainnya. "Ketegasan berarti mampu berdiri sendiri dengan kemampuan yang dimiliki tanpa menyakiti orang lain atau menjadi jahat."
Menurut Craig English, salah satu penulis "Anxious To Please: 7 Revolutionary Practices For The Chronically Nice", Anda termasuk orang yang terlalu baik apabila :
1. Anda sering merasa khawatir terhadap suatu hal, dan itu tampak normal
2. Anda sering tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan
3. Anda sering minta maaf padahal tidak melakukan kesalahan
4. Keadaan emosi Anda mengikuti pasangan (jika pasangan Anda tidak bahagia, Anda juga tidak bahagia).
5. Anda tidak dapat mempertahankan perasaan romantis, dan bahkan tidak bisa memulainya
6. Anda selalu merasa merindukan sesuatu/seseorang.
Weingarten mengatakan sebanyak 99,9 persen dari klien wanitanya mengalami masalah sama, yaitu memiliki pribadi yang terlalu baik. Ia menyarankan untuk belajar mengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan, bukan langsung berpikir: "Tetapi dia ingin aku melakukan.... " atau "Mereka tidak akan menyukaiku jika...".
Sebenarnya bukan masalah besar jika mengecewakan seseorang. Tetapi, hal yang harus dipelajari adalah menerima atau bertoleransi dengan reaksi orang lain yang tidak puas atau tidak menyukai Anda.
(taken from yahoo, dengan sedikit perubahan)
Saturday, July 24, 2010
Mungkin
Mati jodoh
Friday, July 23, 2010
Tentang sebuah pesan
Wednesday, July 7, 2010
Dewa Malam
Monday, July 5, 2010
Tak Bisa
Wednesday, December 30, 2009
Broken heart?

Salah satu hal yang biasanya dihadapi setiap insan adalah masalah cinta. Bagi yang berada pada tahap awal dinamakan jatuh cinta. Sementara bagi yang berada pada tahap ’perpisahan’ dinamakan patah hati.
Oke, ini tampaknya simpel saja. Bagi yang kehilangan atau patah hati, skenarionya bisa seperti ini: jatuh cinta, patah hati, sedih sejenak, dan lupakan segalanya. But, is it that simple? Guys, let’s check it out!
- Think about the problem
Orang patah hati pasti karena ada massalah atau ada sesuatu yang salah. Masalahnya, apakah kalian sudah memikirkan masalah itu sendiri ataukah kalian hanya larut dalam perasaan galau ini? Coba pikirkan kembali, kalau bukan dari dia, masalah ini pasti dari diri kita sendiri.
- Find the solution
Solusinya bisa apa saja. Entah dari kita yang ingin mengintrospeksi diri, atau mencari cara lain. Setelah itu, pikirkan jalan apa yang bisa kita tempuh ke depannya. Mau menjalin pertemanan atau malah ke hubungan yang lebih serius juga bisa. Intinya, masalah datang untuk kita petik hikmahnya dan kita tidak bisa memaksakan keadaan.
- Learning
Coba deh kita belajar. Pikirkan sisi positif apa saja yang kita dapatkan setelah merasa patah hati. Kita bisa tahu kesalahan kita, kita bisa belajar tentang kepribadian orang lain, kita bisa melatih kesabaran, dan of course kita menjadi makin dewasa. Semua itu completely kalian dapatkan, asal kalian serius mau menjadi sosok yang lebih baik. Ingat, masih banyak ikan di laut!
- Be open minded!
Orang yang merasa dunia ini milik pribadi bukan hanya orang jatuh cinta saja, lho! Orang yang patah hati juga. Buktinya saja mereka merasa kesepian dalam keramaian, mengganggap cuma ada dia di dunia ini. Please, dunia ini tidak sesempit daun kelor. Cobalah untuk sedikit terbuka dengan teman-teman dan segala perkembangan yang ada. Selain tidak membuatmu kesepian, hal ini pasti akan membuatmu lebih baik. Coba aja.
- Tumpahkan semua perasaan itu
Kalau sakit hati, jangan dipendam. Luapkan saja! Coba curhat ke sahabat atau orang kepercayaan lainnya. Mereka pasti mau menolongmu. Tapi ingat masih ada beribu cara lain, misalnya kalian membuat puisi, cerpen, novel, atau menyalurkannya ke aktivitas sekolah. Biarkan alam bawah sadarnya mengerahkan seluruh energi itu untuk sebuah prestasi. Yakinlah, hasilnya bakal diluar dugaan kalian!
- Bersyukur
Sudahkah kalian bersyukur dengan apa yang kalian miliki? Mungkin ini adalah salah satu cara Tuhan mengambilnya. Tapi kalau dipikir secara logika, bukankah kita harus bersyukur dengan keadaan ini? Bagaimana tidak, Tuhan sudah memberikan kita kesempatan untuk merasakan indahnya cinta. Dan kalau cinta itu pergi, itu kan hal yang wajar. Ingat, setiap hal yang datang pasti kan pergi. Hanya Yang Maha Kuasa-lah yang tidak akan meninggalkanmu.
- God’s planning is always better
Allah yang menciptakan kita, Allah yang menentukan nasib kita, dan Allah-lah yang mengetahui yang terbaik bagi kita. Orang yang kita cintai adalah ciptaan Allah juga. Dia-lah yang mengetahui isi hati orang yang kita cintai. Dia memberikan bukan apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita butuhkan. Manusia hanya bisa berdoa dan berusaha dalam hal apapun. Pokoknya, tetaplah semangat berbagi cinta dengan makhluk Allah lainnya dengan penuh keikhlasan. Believe me, keyakinan yang kalian tanam di hati kalian ’kan membuat kalian beribu kali lebih baik!
That’s all from me. Honestly, there’re still a lot of things I want to tell you. Here, what I’ve said is based on my experience, my true story. It’s about what I feel after being so complicated in life. I’ve wasted my time on confusion. But every time I feel bad, I believe there's something better outside ^_^ V
Monday, December 28, 2009
New Year
“We will open the book. Its pages are blank. We are going to put words on them ourselves. The book is called Opportunity and its first chapter is New Year's Day.”
(Edith Lovejoy Pierce)
Now it's December, the end of 2009. It's just some hours left to the new year eve, to 2010. Smiles, tears, happiness, and many other we've passed. We've learned a lot of things in 2009. Sometime we don't notice what happen around us, we just let them flow then we realize we've been too far. Sometime i wish i could have one chance to do this and to do that. Then i realize, it's my life and god know what's the best for me, so i don't need second chance to do the same thing, but i need another chance to do the right thing.
Thinking about another chance, here is my list for what-i-want-to-do and what-my-dreams-are in 2010:
1. be forgiven
2. minimum score 8,5 in all subjects
3. passing the UN, UAS, and 1st choice of SNMPTN..Amin!
4. all my school x-cool activities and projects will be finished ASAP!!
Electric Daisy (Dengeki Daisy)

Ada yang tahu dengan Electric Daisy?
Dari Dunia Maya hingga Pembunuhan

Judul Asli : The Blue Nowhere
Pengarang : Jeffery Deaver
Alih Bahasa : Andang H. Sutopo
Peresensi : Andi Eka Iftitah N.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Edisi : Soft cover
ISBN : 979-22-0814-3
Tanggal penerbitan : Mei 2004
Bahasa : Indonesia
Halaman : 11 x 18
Salah satu hal yang paling mengerikan dari novel ini ialah kelakuan si-cracker, Jon P. Holloway, dalam melakukan aksinya menyelundupkan sebuah program ke dalam PC atau laptop calon korbannya dan berhasil menyadap apapun dari sana dengan program tersebut. Ia bisa tahu apa isi e-mail, hasil chat, bahkan data dari komputer calon korban sendiri. Ia bisa tahu segalanya, bahkan bisa menyadap hubungan telekomunikasi yang dilakukan calon korban sehingga suatu saat ia bisa menjelma menjadi siapapun yang dikenali korban dan membunuhnya.
Buku Deaver sudah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa ini memang cukup menantang pembacanya dengan alur yang dulit ditebak, bahkan mengecoh.
Meskipun novel ini merupakan jenis novel fiksi-ilmiah dan terdapat begitu banyak istilah komputer yang ditawarkan penulisnya, istilah-istilah tersebut dijelaskan cukup detail sehingga memudahkan para pembaca yang berasal dari kalangan awam. Dengan akhir yang di luar dugaan dan susunan alur yang dinamis, novel ini benar-benar menyajikan suasana yang berbeda bagi pembacanya. Bagi yang penasaran akan karya Deaver ini, tidak ada salahnya mencoba.
